Forkopimda Banda Aceh Bersama Pegiat Antinarkoba Ikuti Zoom Meeting Kapolri di Polresta

23 Oct 2026 19:43   Humas   1x dilihat

Forkopimda Banda Aceh Bersama Pegiat Antinarkoba Ikuti Zoom Meeting Kapolri di Polresta

AKBP Benny Bathara: Operasi Gabungan Berhasil Ungkap Laboratorium Gelap dan Hampir 1,2 Ton Sabu

BANDA ACEH – Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh bersama pegiat antinarkoba mengikuti kegiatan Zoom Meeting bersama Kapolri terkait pengungkapan laboratorium gelap (clandestine laboratory) narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Vidcon Polresta Banda Aceh tersebut diikuti Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Benny Bathara, bersama sejumlah unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRK Banda Aceh diwakili Wakil Ketua I DPRK, Wakil Wali Kota Banda Aceh mewakili Wali Kota, serta Danramil yang mewakili Dandim.

Turut hadir para pegiat antinarkoba sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah Kota Banda Aceh.

Zoom Meeting tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh, sekaligus menyampaikan hasil pengungkapan laboratorium gelap pembuatan narkotika jenis sabu yang dikenal dengan sebutan Blue Ice di Kabupaten Pidie.

Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Benny Bathara, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi terpadu (joint operation) yang melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dengan dukungan pemerintah daerah serta masyarakat.

Operasi gabungan itu berhasil mengungkap hampir 1,2 ton narkotika jenis sabu dengan nilai yang sangat fantastis. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu capaian besar aparat penegak hukum dalam memerangi jaringan peredaran gelap narkotika di Indonesia.

Menurut Benny, keberhasilan operasi tersebut sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergisitas seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, termasuk melalui keterlibatan aktif masyarakat dan para pegiat antinarkoba.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, saat meninjau langsung lokasi laboratorium gelap di Kabupaten Pidie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

"Rasa bangga saya kepada seluruh tim yang terlibat baik Polri, BNN, dan Bea Cukai. Saya ucapkan selamat atas pengungkapan menyelamatkan anak bangsa ini, yaitu masuknya narkotika jenis sabu ke wilayah Aceh Darussalam," ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut bukan semata-mata diukur dari besarnya jumlah barang bukti yang diamankan, melainkan juga dari upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkotika.

"Dan yang paling penting kita bisa menyelamatkan anak bangsa kita dari kehancuran yang bisa merusak masa depan anak-anak kita," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melihat langsung fasilitas laboratorium gelap yang digunakan untuk memproduksi narkotika jenis sabu bernilai tinggi tersebut.

"Tadi saya berkunjung melihat langsung bagaimana clandestine laboratory atau laboratorium gelap pembuatan sabu dengan nilai yang sangat tinggi dan sabu yang sangat dibilang terbaik atau dikenal dengan Blue Ice yang bisa kita ungkap," ungkapnya.

Ia menyebutkan, keberhasilan membongkar jaringan tersebut tidak terlepas dari soliditas dan kerja sama lintas instansi, termasuk dukungan tokoh agama, ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

"Tentunya berkat kolaborasi, keterpaduan joint operation antarlembaga baik Polri, BNN, Bea Cukai, dan didukung oleh masyarakat setempat, kita telah berhasil mengungkap hampir 1,2 ton sabu yang tentu nilainya ini sangat fantastis," lanjut Kapolri.

Melalui kegiatan Zoom Meeting tersebut, Wakapolresta Banda Aceh bersama unsur Forkopimda dan pegiat antinarkoba menunjukkan dukungan terhadap langkah tegas pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, demi mewujudkan Kota Banda Aceh yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkotika.

 

Tags: sinergitastni polriunsur forkopimdaberantas narkobapolresta banda aceh


Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.

Tinggalkan Komentar

Anti-Spam: Komentar akan dimoderasi. Hindari penggunaan link, kata-kata tidak pantas, atau promosi.
Minimal 3 karakter. Hindari karakter spesial.
Email Anda tidak akan dipublikasikan.
0/1000 karakter
Jawab pertanyaan matematika di atas untuk memverifikasi bahwa Anda manusia