Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menyerahkan Alquran untuk balai pengajian Sirathal Mustahil yng dibangun oleh Barisan Muda Ummat (BMU) dan Wanita Peduli Ummat (WPU) - 125 serta Community Sunan Batik Peduli.
Penyerahan tersebut diserahkan oleh Kapolda Aceh yang diwakili Kapolresta Kombes Pol Andi Kirana disela penyerahan rumah bantuan dari BMU WPU -125 di Gampong Neuheun Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar, Sabtu (14/2/2026).
Kitab Suci Umat Islam itu diterima langsung oleh Tgk H Muhammad Yusuf Nasir yang kerap disapa Abiya Jeunieb.
Sementara itu, pembangunan rumah bantuan bagi masyarakat miskin tersebut kerjasama antara BMU WPU dengan Community Sunan Batik Peduli.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana mengatakan, hari ini Ibu Anissa telah mendapatkan rumah bantuan dari BMU Peduli untuk ke 125.
"Alhamdulillah hati ini BMU telah mendirikan sebuah rumah yang sangat sederhana. Ini merupakan rumah ke 125 yang dibangun di Gampong Neuheun dan sebuah bangunan pengajian yang akan dimanfaatkan oleh warga nantinya, ujar KBP Andi Kirana.
Terima kasih kepada Abiya Jeunieb yang telah memilih dan menentukan titik pembangunan rumah maupun balai pengajian serta fasilitas lainnya yang telah ada dan dapat kita lihat ini bukan hal yang mudah dan ini merupakan sebuah itikat baik serta amalan yang sangat besar, tambah Kapolresta.
Andi kirana mengatakan, marilah sama-sama kita menanggapi hal ini dengan penuh rasa syukur dan semoga masyarakat yang berada di Gampong Neuheun ini dapat memahami dan mendukung kegiatan yang ada di BMU ini khususnya terkait dengan fasilitas yang telah diberikan, sehingga dapat dipergunakan seperlunya dan dapat bermanfaat bagi orang banyak, orang ramai, untuk digunakan mensyiarkan agama islam baik siang maupun malam hari.
Terkait dengan kedatangan bulan Suci Ramadhan, semoga fasilitas yang ada ini juga dapat bermanfaat bagi kita semua yang bangunannya berstruktur sangat kuat dan kokoh dan juga rapi, dan warga dapat menerima dengan baik apa yang telah diberikan oleh BMU ini sehingga menjadikan sebuah amalan kepada kita semua, sebut KBP Andi Kirana lagi.
Selaku Kapolresta Banda Aceh, juga berterima kasih kepada Abiya Jeunieb, semoga kedepan selalu dapat berkolaborasi, bekerjasama dan mampu untuk menelaah sebagai hamba Allah yang diberikan kesehatan dan umur panjang dalam menjalankan ibadah serta diberikan kemudahan untuk membantu seluruh umat yang membutuhkan.
Kami juga menitipkan Alquran untuk dibacakan yang akan menjadikan amalan bagi kita semua, pungkas Kapolresta Banda Aceh.
Sementara itu, Ketua Umum Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat, Tgk Muhammad Yusuf Nasir atau yang akrab disapa Abiya Jeunieb, menyerahkan kunci rumah layak huni ke-125 kepada seorang wanita mualaf, Annisa Mutia Mutmainnah, di Gampong Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (14/2/2026).
Rumah tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Ummat yang dikelola BMU sebagai wadah penyaluran donasi masyarakat.
Selain penyerahan kunci rumah, dalam kesempatan itu turut dilakukan peresmian dan peusijuek (tepung tawar) satu unit balai pengajian yang dibangun tepat di samping rumah penerima manfaat.
Abiya Jeunieb mengatakan, penyerahan rumah bernomor 125 itu merupakan wujud kepedulian BMU dan Wanita Peduli Ummat (WPU) terhadap para mualaf yang dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus.
Alhamdulillah, pada hari ini kita semuanya daripada Barisan Muda Ummat dan juga Wanita Peduli Ummat melaksanakan penyerahan kunci rumah layak huni bernomor 125 kepada saudara kita mualaf, yaitu Annisa beserta keluarganya,” ujar Abiya.
Ia menjelaskan, balai pengajian yang diresmikan bersamaan dengan penyerahan rumah tersebut diperuntukkan bagi para mualaf.
Baik perempuan maupun laki-laki, serta untuk kegiatan belajar mengajar umat Islam di sekitar lokasi.
“Balai ini insya Allah akan digunakan untuk TPA, anak-anak TPA, dan ke depan kita berencana menjadikan tempat ini sebagai center mualaf se-Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Semoga Allah Ta’ala memudahkan,” katanya.
Menurut Abiya, para mualaf diprioritaskan dalam program sosial BMU karena hal itu merupakan perintah agama.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap mualaf menjadi tanggung jawab bersama umat Islam.
“Kenapa para mualaf ini mesti kita perhatikan? Karena kalau bukan kita yang memperhatikan siapa lagi,” ujar Abiya.
“Keluarganya itulah kita semuanya, tempat tinggalnya di manapun kita tinggal, sebenarnya bukan kita saja yang berhak memiliki, tetapi saudara kita yang mualaf, siapapun juga berhak mendapati hal yang sama,” jelasnya.
Abiya juga menyampaikan, lahan seluas 1.000 meter persegi tempat berdirinya rumah dan balai pengajian tersebut merupakan hasil dukungan para dermawan yang menitipkan donasi melalui BMU.
“Dari awal perencanaan hingga pembebasan tanah ini adalah titipan daripada para pencinta kebaikan,” terang dia.
“BMU hanya penanggung jawab, kita ini cuma panitia kebajikan. Kehadiran BMU sebagai jembatan untuk mempertemukan nilai-nilai kebaikan dari saudara-saudara kita di mana pun berada,” kata Abiya.
Ia menyebutkan, bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
“Alhamdulillah inilah kekuatan Islam, inilah kekuatan umat semoga kita yang melihat acara pada hari ini akan terus bisa bergerak dengan saudara-saudara kita yang sangat mengharapkan kasih sayang,” tutur Abiya.
“Kata Rasulullah, siapa yang tak sayang kepada orang lain maka orang itu tidak akan pernah disayangi,” pungkasnya.
Diketahui, Annisa Mutia Mutmainnah, awalnya merupakan warga Gampong Lueng Bata, Kota Banda Aceh.
Ia merupakan seorang Mualaf asal Medan (Sumatera Utara) yang sudah janda.
Sebelumnya, Annisa tinggal bersama tiga anaknya di rumah sewa di Gampong Lueng Bata. Untuk kebutuhan sehari-hari Annisa bekerja membuat kue dengan upah Rp 1 juta per bulan.
Selama menjadi mualaf, Annisa dikabarkan juga telah menjadi penghafal Al-Quran.
Tak hanya itu, ia juga menguasai beberapa bahasa seperti Bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin.
Selama ini, Annisa menjadi salah satu wanita yang membimbing mualaf lain yang ada di sekitar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.


Belum ada komentar untuk artikel ini.