BANDA ACEH – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Minggu Kasih yang digelar di Gereja Methodist Indonesia (GMI), Jalan Pocut Baren, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.45 WIB tersebut dihadiri Karolog Polda Aceh Kombes Pol Aldinar R J Hanter Manurung, bersama Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho, serta diikuti sekitar 30 jemaat Gereja Methodist Indonesia.
Kehadiran kedua pejabat kepolisian tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama di Kota Banda Aceh.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kabag Binopsnal Ditbinmas Polda Aceh Kompol Edwin Aldro, Kapolsek Kuta Alam AKP Irfan Ismail, Wakasat Binmas Polresta Banda Aceh AKP M Hisam, serta Pendeta Gereja Methodist Indonesia, Pdt Meggy.
Dalam kesempatan tersebut, mewakili Kapolda Aceh, Karolog Kombes Pol Aldinar R J Hanter Manurung menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada jemaat, mulai dari pentingnya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, menjaga keharmonisan antarumat beragama, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial.
Ia menjelaskan, kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu implementasi program prioritas Quick Wins Kapolri melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, yang bertujuan memperkuat hubungan antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan, kepedulian, dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Karolog Polda Aceh juga mengingatkan jemaat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar melalui media sosial dan berpotensi mengganggu keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa Polda Aceh beserta seluruh jajaran senantiasa membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun informasi terkait potensi gangguan keamanan.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kantor polisi terdekat ataupun personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di gampong masing-masing.
Melalui komunikasi yang terbuka tersebut, diharapkan setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin, sehingga suasana aman dan damai tetap terpelihara, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan ibadah.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho turut mengajak seluruh jemaat untuk terus merawat nilai-nilai toleransi, memperkokoh persaudaraan, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat Kota Banda Aceh.
Ia menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan kondusif.
Kapolresta juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Selain menjaga kerukunan, jemaat turut diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas, baik di lingkungan tempat tinggal maupun saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat diingatkan untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum bepergian, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar guna mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan.
Persoalan penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kapolresta mengajak para orang tua dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan.
Minggu Kasih Jadi Ruang Komunikasi Polisi dan Masyarakat

Tidak hanya menjadi sarana penyampaian imbauan kamtibmas, kegiatan Minggu Kasih juga dimanfaatkan sebagai wadah komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, jemaat diberikan ruang untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Pendekatan dialogis tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sekaligus membangun sinergi yang lebih erat antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan warga.
Polresta Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Melalui program Minggu Kasih, kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat melalui semangat kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian dalam menjaga kedamaian di Kota Banda Aceh.
Belum ada komentar untuk artikel ini.