Operasi Zebra Seulawah 2025 yang digelar Polresta Banda Aceh berhasil menindak ratusan pelanggaran lalu lintas. Dalam operasi yang berlangsung beberapa hari terakhir, aparat mencatat sebanyak 102 pengendara dikenakan tilang, sementara 185 lainnya mendapat teguran.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono selaku Kaopsres menegaskan, angka tersebut menunjukkan masih tingginya tingkat ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas.
“Kami berharap operasi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih disiplin di jalan raya,” ujar Kombes Joko, Senin (1/12/2025).
Jenis pelanggaran yang paling dominan ditemukan adalah pengendara maupun penumpang yang tidak menggunakan helm. Selain itu, masih banyak pengendara yang nekat menerobos lampu merah, melawan arus, serta tidak mengenakan sabuk keselamatan. Kondisi ini dinilai berpotensi besar menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Menurut Kombes Joko, perilaku melanggar aturan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain.
“Keselamatan adalah hal utama. Jangan sampai kelalaian kecil berakibat fatal,” tegas Kombes Joko.
Ops Zebra Seulawah sendiri digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. Polresta Banda Aceh menurunkan personel di sejumlah titik rawan pelanggaran, termasuk persimpangan utama dan jalur padat kendaraan.
Selain penindakan, petugas juga melakukan sosialisasi langsung kepada pengendara. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami bahwa helm dan sabuk keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan perlindungan diri.
Kombes Joko turut mengingatkan orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama terkait fenomena balap liar yang kerap terjadi di Banda Aceh. Ia menilai, balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat memengaruhi kepribadian remaja dalam pergaulan sehari-hari.
Polresta Banda Aceh berharap, dengan adanya operasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya etika dan kepatuhan di jalan raya. Mulai dari mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, hingga menghormati sesama pengguna jalan.
Ops Zebra Seulawah 2025 menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
“Dengan disiplin dan kepatuhan, angka kecelakaan dapat ditekan, dan Banda Aceh bisa menjadi kota yang lebih tertib serta aman bagi semua pengendara,” pungkasnya.


Belum ada komentar untuk artikel ini.