Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Polresta Banda Aceh menggelar kegiatan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas Sebagai Polisi Penolong Masyarakat, Selasa (28/10/2025) bertempat di Aula Meuligoe Rastra Sewakottama.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolresta Banda Aceh AKBP Henki Ismanto, serta dihadiri oleh Kasat Binmas Kompol Riza Fahlufi, Kasi Dokkes dr. Amalia. Turut hadir pula para Kanit Bhabinkamtibmas, seluruh personel Bhabinkamtibmas jajaran, serta anggota Polresta Banda Aceh lainnya.
Dalam sambutan Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Henki Ismanto menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menjadi figur penolong yang cepat tanggap terhadap permasalahan di wilayah binaannya.
“Pelatihan pertolongan pertama bermaksud untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar medis kepada Bhabinkamtibmas yang tujuannya adalah agar Bhabinkamtibmas yang mengikuti pelatihan mampu memberikan respons awal yang cepat, tepat, dan tenang dalam situasi darurat medis untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kondisi korban memburuk, dan membantu proses pemulihan sebelum bantuan medis profesional tiba” ujarnya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, respons cepat terhadap situasi darurat, serta pendekatan humanis dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, Wakapolresta mengharapkan kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polresta Banda Aceh semakin siap dan terampil dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat.
Kasi Dokkes, dr Amalia memberikan beberapa materi kepada bhabinkamtibmas sebagai Polisi Penolong Masyarakat di ikuti dengan praktik langsung dilapangan seperti, tindakan pertama menolong korban pingsan, memadamkan kebakaran dan menolong korban luka terbakar.
Kemudian, lanjut dr Amalia, tindakan pertama menolong korban patah tulang, tindakan pertama menolong korban tergigit ulat berbisa dan anjing, menolong korban luka terbuka, menolong korban keracunan, tersengat listrik, tersedak, tenggelam dan menolong korban kejadian lain yang segera terjadi di wilayah tugas Bhabinkamtibmas.
Dari Latkatpuan ini, sambung Kasi Dokkes, telah berhasil membekali Bhabinkamtbmas dengan pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis yang krusial untuk menangani situasi darurat medis.
“Bhabinkamtibmas kini tidak hanya memahami prinsip-prinsip dasar penyelamatan jiwa, seperti penilaian dini (DRSABCD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), dan penanganan pendarahan hebat, tetapi juga telah membangun kepercayaan diri untuk bertindak cepat dan tepat. Kesigapan ini adalah jembatan vital antara terjadinya insiden dan datangnya bantuan medis profesional, yang pada akhirnya dapat menentukan perbedaan antara hidup dan mati. Pelatihan ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki kekuatan untuk menyelamatkan nyawa, pungkas dr Amalia.


Belum ada komentar untuk artikel ini.