Badrun : “Jangan takut dengan polisi, karena polisi adalah sahabat”
Personel Polsek syiah Kuala turun ke sekolah-sekolah dalam wilayah hukumnya guna menyampaikan pesan – pesan kamtibmas. Kali ini, MTsS Safwatul Qur’an menjadi sasaran penyampaikan pesan bermakna bagi para siswi yang bernaung didalamnya.
Kapolsek Syiah Kuala, Iptu Cut Laila Surya melalui Kasium, Aipda Badrun menyampaikan bahwa tugas pokok Polri itu ada tiga, hal ini sangat penting diketahui oleh para siswi semuanya.
Perlu diketahui oleh para siswi, Polri punya tiga tugas utama yaitu “Pelindung” yakni melindungi masyarakat dari bahaya, misalnya patroli, pengamanan sekolah, membantu saat ada bencana. Lalu “Pengayom” dimana memberi rasa aman, menjadi sahabat anak-anak, menolong orang yang kesulitan, termasuk mendamaikan orang yang bertengkar dan terakhir “Pelayan” dimana melayani kebutuhan masyarakat, misalnya membuat laporan kehilangan, mengatur lalu lintas, membantu penyeberangan anak sekolah,” ujar Aipda Badrun.
Selain itu juga mempunya tugas sebagai Penegak Hukum. Polisi bukan hanya menangkap penjahat, Polisi juga aktif dalam memberikan pencegahan seperti memberikan penyuluhan bahaya penggunaan terhadap narkoba, bahaya terhadap pergaulan bebas, bullying, dan balap liar, tambah Kasium ini.
Selain tugas pokok, lanjut Aipda Badrun, peran Polisi dalam kehidupan sehari-hari juga ada, mengatur lalu lintas agar aman dan lancar saat kita sedang mengemudi, melakukan penyeberangan jalan, memberikan perlindungan pada kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat seperti pengajian, olahraga, upacara serta lainnya. Lalu polisi juga berperan sebagai tempat melapor jika ada kejadian yang meresahkan warga. Nah, ini beberapa peran polisi yang perlu diketahui.
Kami selaku insan Bhayangkara berpesan untuk para siswi yang bernaung di MTsS Safwatul Quran, jangan takut dengan polisi, karena polisi adalah sahabat, jika ada permasalahan di sekolah atau lingkungan seperti bullying, pelecehan, atau ajakan negatif, segera lapor kepada guru, orang tua, atau polisi dan jadilah generasi disiplin, patuh aturan, dan berani menolak ajakan yang salah, ajak Badrun.
Ia juga mengingatkan kepada para Siswi MTsS Safwatul Quran, jangan sekali-kali mengikuti suatu kelompok yang suka membuat keributan dijalan raya, seperti kenakalan remaja, maupun tidak menggunakan helm yang akan menjadi sebuah pelanggaran lalulintas.
Aipda Badrun juga menyampaikan, perlu diketahui, bahwa apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja, suatu kejahatan yang dilakukan oleh anak dibawah umur seperti tawuran, perjudian, balap liar, menggunakan narkoba dan penganiayaan sesama teman yang bisa menyebabkan anak tersebut harus berhadapan dengan hukum dan akan ditangani dengan sistem peradilan anak.
Beberapa penyebab terjadinya kenalan remaja, dengan faktor lingkungan, faktor kurang kasih sayang dari orang tua, kontrol diri yang lemah, kurangnya pemahaman agama dan krisis identitas, sebutnya.
Badrun juga menyampaikan beberapa gejala yang sering terjadi penyebab kenakalan remaja, diantaranya, suka ngebut-ngebutan di jalan raya dan membentuk suatu kelompok dengan aturan tidak etis, misal kelompok pergaulan bebas.
Lalu sambungnya, membentuk kelompok yang cenderung ke arah destruktif, seperti kelompok tawuran dan pemerasan, pengedaran gambar atau video porno di kalangan anak remaja. Kemudian, memasuki jaringan pemakaian narkoba serta obat-obatan terlarang, tindakan indisipliner, seperti tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, serta tidak patuh pada kedua orangtua.
Aksi Vandalisme atau suka mencoret-coret dan merusak fasilitas umum juga termasuk salah satu kenakalan remaja, melakukan tindakan penyimpangan seksual, serta kriminalitas, tambahnya.
Sebagai penutup, Aipda Badrun mengatakan bahawa Polisi dan masyarakat harus bekerjasama, karena keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama.
Hadir dalam kegiatan saweu sikula diantarnya, Dra. Ainal Mardhiah Ahmad Kepala MTsS Safwatul Qur’an, Dewan Guru, personel Polsek Syiah Kuala dan para siswi MTsS Safwatul Qur’an.
Belum ada komentar untuk artikel ini.