Barisan Muda Ummat (BMU) Pusat kembali menyerahkan rumah layak huni ke-125 kepada seorang mualaf, Annisa Mutia Mutmainnah, warga Gampong Neuhen, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.
Penyerahan kunci rumah ke-125 ini dilakukan oleh ulama Aceh yang juga ketua BMU Pusat, Tgk Muhammad Yusuf yang akrab disapa Abiya Jeunieb, Sabtu (14/2/2026).
Bantuan rumah layak huni ini sumber dananya berasal dari pengurus BMU serta Wanita Peduli Ummat (WPU), masyarakat Aceh baik dalam maupun di luar negeri, sejumlah pengusaha dan tokoh masyarakat.
Momentum tersebut juga dibarengi peresmian Balai Pengajian Shiratal Mustaqim berada persis di samping rumah Annisa, yang diproyeksikan menjadi pusat pembinaan mualaf dan kegiatan belajar-mengajar agama Islam bagi masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Abiya Jeunieb menegaskan, perhatian terhadap mualaf adalah tanggung jawab bersama seluruh umat Islam.
Menurutnya, lahan seluas 1.000 meter persegi tempat berdirinya rumah dan balai pengajian tersebut merupakan hasil dukungan para dermawan yang menitipkan donasi melalui BMU.
“Muallaf adalah keluarga kita. Selama mereka masih dalam proses belajar dan penguatan iman, menjadi kewajiban kita untuk mendampingi dan memastikan mereka memiliki kehidupan yang layak,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai unsur pemerintah, aparat kepolisian, pengusaha, dan komunitas. Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, menyerahkan Al-Quran yang secara simbolis diserahkan melalui Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Zahrol Fajri didampingi Mayor Daud selaku Staf Khusus Wagub.
Polda Aceh melalui Kapolresta Banda Aceh, Kombes Andi Kirana, turut menyerahkan Al-Quran khusus untuk mualaf sebagai bentuk dukungan spiritual yang nantinya dipakai bersama di Balai Pengajian Shiratal Mustaqim.
Kontribusi juga datang dari kalangan pengusaha. Muhammad Balia, Founder & CEO MBA Corporation dan , menyumbangkan sajadah untuk balai pengajian tersebut.
Abiya Jeunieb sendiri menyerahkan bantuan sembako dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kepada para mualaf yang hadir.
Swalayan Anugerah melalui Nazar Harun memberikan bantuan sirup, sementara kemunitas pengusaha aluminium melalui Yahya menyerahkan perabotan rumah tangga untuk melengkapi kebutuhan rumah yang nanti ditempati Annisa dan keluarga.
Abiya Jeunib menegaskan, BMU hanya berperan sebagai jembatan kebaikan. Seluruh proses pembangunan, mulai dari pembebasan lahan hingga penyelesaian rumah dan balai pengajian, merupakan amanah para dermawan yang mempercayakan penyalurannya kepada BMU.
“Semua ini adalah titipan daripada para pencinta kebaikan, orang-orang yang punya kasih sayang luar biasa. BMU ini cuma penanggung jawab, kita ini cuma panitia kebajikan,” ujarnya.


Belum ada komentar untuk artikel ini.