Satlantas Polresta Banda Aceh mencatat, sejak awal tahun terhitung sejak 1-12 Januari 2026, tercatat 78 kasus kecelakaan lalu lintas.
Rinciannya, meninggal dunia (MD) 8 orang, luka berat (LB) 16 orang, luka ringan (LR) 126 orang. Sementara kerugian materiil mencapai Rp 245.400.000.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasat Lantas, Kompol Mawardi angka ini menjadi pengingat bagi semua bahwa kecelakaan lalu lintas bukan sekadar data, melainkan tentang nyawa, keluarga, dan masa depan yang terancam.
“Mari bersama-sama meningkatkan kepedulian dan disiplin dalam berlalu lintas, patuhi aturan, gunakan perlengkapan keselamatan, dan saling menghargai di jalan,” ucap Kompol Mawardi dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama, karena satu pelanggaran dapat berujung pada penyesalan seumur hidup,” tambahnya.
Kasat Lantas Polresta Banda Aceh juga mengingatkan, sehubungan dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas, beserta fatalitas korban di wilayah hukum setempat pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Pomdam IM melaksanakan kegiatan razia peneguran.
“Petugas juga membagikan brosur imbauan keselamatan berlalu lintas sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” kata Kompol Mawardi.
PNS Meninggal Karena Kecelakaan
Sebelumnya diberitakan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) asal Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Ingin Jaya, Mariah (49) meningal usai terlibat tabrakan dengan kendaraan lain di Jalan Bandara Sultan Iskandar Muda, Gampong Gani, Aceh Besar, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
korban mengendarai sepeda motor Honda Astrea Cup BL 4729 AF, melaju dari arah Lambaro menuju Blang Bintang dengan kecepatan sedang.
Sementara dari arah yang sama, Andreansyah (34), warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, sedang mengendarai Honda Revo BL 4360 LBK dengan kecepatan pelan dan hendak memutar arah.
Kedua kendaraan tersebut kemudian kecelakaan dan terjatuh di badan jalan. Mariah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara Andreansyah dilaporkan selamat dan hanya mengalami kerusakan ringan pada kendaraannya.
“Pengemudi Sepmor Honda Astrea Cup meninggal di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh, maka terjadilah laka lantas,” jelas Kompol Mawardi.
Kondisi jalan saat kejadian dilaporkan dalam keadaan cerah, permukaan kering, dan arus lalu lintas sedang. Lokasi kejadian berada di kawasan pertokoan dengan jalan dua arah dan berbelok.
Personel Satlantas Polresta Banda Aceh turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti.
“Mendatangi TKP, mengecek kondisi korban dan mencari saksi-saksi,” pungkasnya.


Belum ada komentar untuk artikel ini.