Polisi RW Polresta Banda Aceh terus didorong untuk meningkatkan peran sebagai ujung tombak kepolisian di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan yang Humanis dan komunikasi yang intensif dengan warga polisi RW diharapkan mampu membangun Sinergi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Hal ini dikatakan oleh Direktur Binmas Polda Aceh melalui Kasubdit Bin Polmas Dit Binmas AKBP Nasrul di saat Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Petugas Polmas/Polisi RW di Aula Meuligoe Rastra Sewakottama Polresta Banda Aceh, Rabu (5/8/2026).
Tingkatkan kemampuan dalam hal ilmu pengetahuan tentang pemolisian masyarakat, Bangun kemitraan aktif antara Polri dan warga, tingkatkan kesadaran hukum, serta bersama-sama mendeteksi, mencegah, dan memecahkan masalah gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di lingkungan sekitar, harap AKBP Nasrul.
Jika ada permasalahan di desa binaan, segera lakukan Problem Solving, identifikasi serta menyelesaikan akar masalah sosial atau potensi konflik sebelum berkembang menjadi tindak kriminal, tegasnya.

Ia juga mengharapkan, tingkatkan kesadaran hukum agar warga lebih paham hukum dan peduli terhadap situasi keamanan lingkungan tempat tinggalnya dan dorong peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi atau tanda awal adanya potensi gangguan keamanan kepada aparat serta dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, untuk memahami dalam tugas-tugasnya di Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana menegaskan bahwa keberadaan polisi RW merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
“ Polisi RW tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tapi juga menjadi mitra warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di lingkungan,” sebut KBP Andi Kirana.
Peran Polisi RW sangat penting dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Kepercayaan warga menjadi modal utama agar berbagai informasi yang berkaitan dengan potensi gangguan Kamtibmas dapat disampaikan secara cepat dan akurat, tambah Kapolresta Banda Aceh.
Melalui kedekatan dengan masyarakat polisi RW, Kapolresta mengharapkan personel mampu mengidentifikasi berbagai persoalan sejak dini, mulai dari potensi konflik sosial, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas, hingga permasalahan lain yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.
Kapolresta mengatakan, selain melakukan sambang dan dialog bersama warga, polisi RW juga diharapkan aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan secara bersama-sama. Kesadaran masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian maupun aktivitas yang mencurigakan menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan tindak kejahatan.

KBP Andi Kirana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan Polisi RW di wilayah masing-masing. Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat.
“ Dengan adanya informasi yang cepat dari masyarakat, kami dapat mengambil langkah preventif maupun penegakan hukum secara tepat sehingga situasikan kamtibmas tetap aman dan kondusif. Melalui optimalisasi peran Polisi RW, Polresta Banda Aceh berharap terbangun budaya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar serta semakin kuatnya sinergitas antara Polri dan warga dalam menciptakan Kota Banda Aceh yang aman nyaman dan kondusif, “ pungkas Kapolresta.
Belum ada komentar untuk artikel ini.